Hadir dengan Kemasan Modern, Beras Premium “Molas Manggarai” Siap Bersaing di Pasar Luas

MANGGARAI, PIJARFLORES.net – Bupati Manggarai, Herybertus G.L. Nabit, secara resmi meluncurkan produk beras premium dengan branding “Molas Manggarai” di Rumah Produksi Desa Paka, Kecamatan Satar Mese, pada Rabu (08/04/2026).
Produk ini merupakan hasil kolaborasi antara BUMDesa Lonto Leok Paka dengan program pemberdayaan Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Manggarai melalui skema Demplot dan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD).
Dalam sambutannya, Bupati Hery menyampaikan apresiasi atas lahirnya branding “Molas Manggarai” yang dinilainya sangat menyentuh identitas lokal.
“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kita meluncurkan Beras Premium Molas Manggarai. Harapannya, produksi ini dapat berjalan kontinyu dalam semangat kemitraan yang kuat,” ujarnya.
Bupati menekankan pentingnya adaptasi terhadap selera pasar. Ia menyoroti perubahan kemasan yang semula hanya menggunakan karung konvensional kini beralih ke kemasan plastik modern.
“Ini menunjukkan produk unggulan daerah mampu beradaptasi. Branding ini memberikan gambaran kualitas, saya berharap BUMDesa terus meningkatkan manajemen dan desa penyangga ikut mendukung ketersediaan bahan baku gabah,” tambahnya.
Capaian Produksi dan Dukungan Teknologi
Pengurus BUMDesa Lonto Leok memaparkan bahwa hingga Maret 2026, mereka telah mengolah 4 ton gabah yang menghasilkan 1,1 ton beras premium dan 760 kg beras medium.
Dengan dukungan teknologi dari Kementerian Pertanian RI tahun 2023, seperti mesin pengering, penggiling, sortir, hingga pengemasan produk ini telah mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp16.020.000.
Dampak Luas Program TEKAD
Koordinator Kabupaten Program TEKAD Manggarai, Largus Ogot, menjelaskan bahwa program kerja sama Pemerintah Indonesia dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) ini fokus pada pertumbuhan ekonomi desa.
Hingga Maret 2026, Program TEKAD telah mencatatkan capaian signifikan, di antaranya:
1. Omzet Penjualan: Produk binaan mencapai total omzet Rp310.690.000.
2. Legalitas Usaha: 12 produk telah memiliki NIB dan PIRT, sementara izin BPOM dalam proses pengujian.
3. Diversifikasi Produk: Selain beras, dikembangkan pula produk turunan seperti bubuk cabai, sari jahe, abon ikan, kopi robusta, hingga minyak kemiri di berbagai desa.
4. Sektor Peternakan: Pengembangan ribuan ayam petelur dan broiler, serta ternak kambing dan babi di beberapa titik demplot.
Untuk memperluas jangkauan, TEKAD bersama Pemkab Manggarai telah memfasilitasi kemitraan dengan SPPG MBG Manggarai, NTT Mart, Nirwana Mart, Yetel Mart, dan Rumah BUMN.
Acara peluncuran ditutup dengan dialog antara Bupati dan masyarakat, serta promosi produk olahan binaan TEKAD.
Turut hadir dalam acara ini Sekda Manggarai, Kadis PMD, serta beberapa Pimpinan OPD, pimpinan BUMN/BUMD, Kapolsek Satar Mese, Danramil Satar Mese, para kepala desa se-Kecamatan Satar Mese, serta tokoh masyarakat setempat yang menyambut rombongan dengan prosesi adat Manggarai yang meriah.
Riky







