Angkat Program Revitalisasi Rumah Adat, Bupati Hery Nabit Masuk Nominasi Penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Jakarta, Pijarflores – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit menjadi salah satu kandidat penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026. Bupati Hery Nabit masuk dalam daftar nominee setelah proposalnya yang berjudul “Membangun Rumah, Merawat Budaya: Modal Kolektif Menuju Indonesia Maju” terpilih oleh dewan juri bersama 10 kandidat lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam proposal tersebut, Bupati Manggarai mengangkat Program Revitalisasi Rumah Adat (Mbaru Gendang) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Manggarai pada Tahun Anggaran 2025. Program ini dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian kebudayaan sekaligus penguatan modal sosial masyarakat.

Sebagaimana diketahui, pada Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kabupaten Manggarai mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan 100 unit Mbaru Gendang yang tersebar di berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya Manggarai.

“Program revitalisasi Mbaru Gendang ini bukan hanya sekadar membangun fisik, tetapi juga membangun kembali semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya Manggarai,” ungkap Bupati Hery Nabit.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Mbaru Gendang yang layak sangat penting untuk menjamin keberlangsungan ritus-ritus adat Manggarai. Selain berfungsi sebagai pusat aktivitas adat, Mbaru Gendang juga berperan sebagai ruang arsip budaya yang memungkinkan generasi muda Manggarai mengenal, memahami, dan mencintai budayanya sendiri.

Lebih lanjut, Bupati Hery Nabit memaparkan bahwa Mbaru Gendang merupakan bagian integral dari filosofi gendang’n one lingko’n pe’ang, yang merangkum lima keutamaan dalam kehidupan masyarakat Manggarai, yakni mbaru bate ka’eng (rumah), uma bate duat (kebun), natas bate labar (halaman), wae bate teku (sumber air), dan compang dari (mezbah atau altar persembahan).

“Atas dasar itulah, revitalisasi rumah adat Mbaru Gendang menjadi penting sebagai upaya menjaga tradisi dan kearifan lokal yang merupakan sumber kekuatan sosial masyarakat Manggarai,” jelasnya.

Bupati Manggarai juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 514 Mbaru Gendang di Kabupaten Manggarai, dan sebanyak 430 unit di antaranya berada dalam kondisi rusak. Untuk itu, pemerintah daerah menerapkan mekanisme pembiayaan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

“Yang rusak ini kita perbaiki dengan mekanisme pembiayaan bersama. Pemerintah dan masyarakat masing-masing lima puluh persen. Kita berbagi peran, karena membangun daerah ini adalah tanggung jawab bersama. Kita kerjakan sampai tahun 2029. Tahun 2025 kita mulai dengan 100 Mbaru Gendang. Realisasinya 92 karena beberapa kendala, tetapi kita sudah mulai dan dampaknya sudah terlihat,” pungkasnya.

Masuknya Bupati Manggarai sebagai kandidat penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2026 menjadi pengakuan atas komitmen dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam melestarikan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan berkelanjutan.

Disambut Hangat Diaspora Manggarai di Jakarta

Bupati Manggarai bersama Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai saat ini berada di Jakarta untuk mengikuti berbagai kegiatan strategis yang merupakan rangkaian Anugerah Kebudayaan PWI dimana puncaknya akan dilaksanakan di Provinsi Banten pada 9 Februari 2026 mendatang.

Kehadiran Bupati Manggarai bersama Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai di Jakarta tidak hanya diwarnai dengan penyambutan secara adat oleh Diaspora Manggarai, tetapi juga ditandai dengan partisipasi aktif dalam kegiatan kebudayaan di tingkat nasional.

Dalam rangkaian acara tatap muka yang berlangsung di Gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Sanggar Compang Cama mendapat kesempatan dari panitia untuk menampilkan pertunjukan seni budaya Manggarai. Penampilan tersebut menjadi sarana promosi budaya daerah sekaligus menunjukkan kekayaan tradisi Manggarai kepada khalayak nasional.

Kehadiran Sanggar Compang Cama dalam acara tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam merawat dan mempromosikan seni budaya lokal, serta memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk tampil dan berkiprah di tingkat yang lebih luas.

Melalui momentum ini, Bupati Manggarai menegaskan pentingnya peran diaspora sebagai bagian dari modal sosial dalam menjaga identitas budaya, sekaligus sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempromosikan kebudayaan Manggarai di tingkat nasional.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Manggarai untuk terus merawat budaya sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Sumber: Diskominfo Manggarai