Satgas MBG Manggarai Gandeng Program TEKAD Perkuat Pasokan Pangan Lokal Dapur Bergizi

Manggarai, Pijarflores.net – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Manggarai resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Kerja sama ini bertujuan memperkuat swasembada pangan lokal sekaligus menjamin stabilitas pasokan bahan baku bagi dapur pelayanan gizi di wilayah tersebut.
Hadir dalam rapat tersebut Spesialis Pengengambangan Ekonomi Program TEKAD Maria Agustina Maro, Spesialis Pemasaran Program TEKAD Viktor Nenofeto, KA SPPG Waso Arsenmus Palembang, KA SPPG Leda Gregorius Y. Setiawan dan Kabid PKPM.
Langkah kolaborasi ini dimatangkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Ketua Satgas MBG Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) Manggarai dan tim Program TEKAD.
Pertemuan tersebut digelar di ruang kerja Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Manggarai, Kamis (05/03/2025).
Penjabat Sekretaris Daerah Manggarai, Lambarrtus Paput, menegaskan bahwa pertemuan ini krusial untuk memetakan kebutuhan bahan baku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Program MBG sendiri merupakan inisiatif nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Kami mengumpulkan tim BGN dan TEKAD untuk menyatukan pemahaman mengenai jenis bahan baku yang dibutuhkan dapur MBG. Targetnya, kelompok binaan TEKAD dapat bergerak lebih masif untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri,” ujar Lambertus.
Ia mengakui bahwa selama ini sebagian bahan baku dapur SPPG masih didatangkan dari luar daerah. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat dan kelompok binaan TEKAD untuk mengoptimalkan produksi pangan lokal, mulai dari hortikultura hingga peternakan ayam potong dan petelur.
“Pasarnya sudah pasti dan berkelanjutan. Mari kita pastikan dapur MBG tidak lagi bergantung pada pasokan luar daerah, agar perputaran ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat kita sendiri,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Wilayah BGN Manggarai, Yetri, mengungkapkan tantangan yang dihadapi saat ini adalah ketidakstabilan stok komoditas tertentu seperti buah-buahan. Ia mengajak petani binaan untuk menangkap peluang emas ini sebagai sumber pendapatan tetap.
“Program ini bukan sekadar soal gizi, tapi tentang kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani lokal,” jelas Yetri.
Menanggapi tantangan tersebut, Koordinator Program TEKAD Manggarai, Largus Ogot, menyatakan kesiapannya. Ia mengungkapkan bahwa beberapa kelompok binaan saat ini sebenarnya sudah mulai memasok komoditas seperti beras, telur, dan sayuran ke dapur SPPG.
“Kami siap mendorong lebih banyak kelompok untuk terlibat. Keterlibatan mereka tidak hanya memenuhi pasar, tapi juga memastikan bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat berkualitas tinggi,” tegas Largus.
Dukungan penuh juga datang dari Kepala Dinas PMD Kabupaten Manggarai, Tarsisius R. Asong. Ia menginstruksikan agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) proaktif mengembangkan usaha pertanian yang sejalan dengan kebutuhan program MBG.
“Kita ingin BUMDes menjadi garda terdepan. Dapur pelayanan gizi di desa harus dipasok oleh hasil bumi dari desa itu sendiri, bukan lagi kiriman dari luar,” tutup Tarsisius.
Melalui sinergi antara Program TEKAD, BUMDes, dan pelaku UMKM, program MBG di Kabupaten Manggarai diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa yang nyata dan berkelanjutan.
(Tim)







