EP dan Editor Floresa Pernah Minta Uang Makan ke Bupati Manggarai
RUTENG, PIJARFLORES – Wartawan berinisial EP, saat masih bertugas bersama salah satu editornya dari media Floresa.co, dikabarkan pernah meminta sejumlah uang kepada Bupati Manggarai Hery Nabit. Uang tersebut diminta dengan alasan untuk membeli makan siang mereka.
Tindakan meminta uang kepada pihak tertentu ini diduga bukan kali pertama dilakukan oleh EP.
Saat masih menjadi wartawan di Floresa, EP diberhentikan secara tidak hormat pada tahun 2024 karena diduga terlibat dalam kasus pemerasan.
Selanjutnya, pada tahun 2025, ia dilaporkan kembali melakukan perbuatan serupa dengan meminta biaya iklan sebesar Rp3 juta kepada Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai.
EP mengakui permintaan uang tersebut, namun berdalih bahwa uang itu rencananya akan dibagikan kepada tiga orang temannya. Ia juga membantah tuduhan pemerasan, dengan alasan bahwa permintaan biaya iklan di medianya sudah memiliki standar yang jelas.
Menurut keterangan yang diterbitkan oleh Floresa.co edisi 14 November 2025, EP masih berstatus sebagai wartawan aktif Floresa ketika insiden permintaan uang makan kepada Bupati Manggarai terjadi pada Agustus 2023.
Saat dikonfirmasi, Ano, seorang wartawan aktif di Floresa, sempat membantah bahwa sosok yang ada di foto bersama EP itu adalah wartawan Floresa.co dan meminta pihak Pijarflores untuk mengecek daftar nama tim mereka.
Namun, dalam pernyataan resmi Floresa yang diterbitkan pada 14 November 2025, terkait berita di Pijarflores.net, pada penjelasan poin kedua, Floresa mengakui bahwa yang bersama EP dalam foto tersebut adalah seorang editor mereka yang berasal dari Jakarta.
Floresa tidak menjelaskan secara detail apakah editor dari Jakarta itu masih aktif atau tidak di media tersebut.
Berikut kutipan dari pernyataan resmi Floresa.co:
“Kedua, kami telah mengecek bahwa foto tersebut adalah foto pada Agustus 2023 saat EP masih berstatus sebagai jurnalis Floresa. Foto tersebut diambil saat EP dan mantan editor kami hendak mewawancarai jaksa di Kejaksaan Negeri Manggarai terkait dugaan manipulasi penanganan kasus korupsi pembangunan Terminal Kembur di Kabupaten Manggarai Timur,” isi penjelasan kedua pada berita tersebut.
Ketika media ini menanyakan kembali perihal permintaan uang makan siang kepada Bupati Manggarai karena tidak memiliki uang, EP sempat memohon agar kejadian tersebut tidak dimuat dalam pemberitaan pada saat itu.
Sebelumya, seorang wartawan diduga telah melakukan upaya pemerasan kepada Bupati Manggarai, Hery Nabit.
Disampaikan Bupati Manggarai ke media ini, bahwa rekaman antara Herman Ngana dan Gregorius Abdimun, terjadi pada bulan Juli 2025.
Namun rekaman itu belum diedarkan kemana-mana, pada bulan Agustus dan September Bupati Hery mengakui bahwa seorang wartawan yang berinisial FP atau EP, telah menghubunginya dan memberi tahu ada rekaman tersebut.
“Rekaman Pembicaraan ini dibuat bulan Juli 2025 pada saat keduanya Sius Abdimun dan Herman Ngana berkomunikasi. Direkam dan belum diedarkan ke mana-mana pada saat itu”.
“Tapi pada Bulan Agustus dan September yang lalu saya dihubungi oleh salah satu oknum jurnalis di Manggarai, mengatakan bahwa ada rekaman pembicaraan yang menyebut bahwa saya juga pernah menyerahkan uang kepada Jaksa terkait kasus bawang merah,” kata Bupati Hery, pada Jumat (14/11/2025).
Lebih lanjut kata Bupati Hery, Wartawan tersebut minta ketemu dengan alasan bahwa semua masih bisa dibicarakan supaya rekaman ini tidak beredar.
“Saya tidak peduli dan tidak mau ketemu dengan oknum wartawan ini karena beberapa alasan,” tutur Bupati Hery.
Ada pun beberapa alasan menurut Bupati Hery, yaitu pertama dirinya tidak terlibat dalam kasus pengadaan bawang merah, karena bukan PPK, bukan pula Pengguna Anggaran.
“Saya tidak pernah menyerahkan uang untuk menghentikan kasus bawang merah ini karena tidak terkait dengan kasus itu,” tegasnya.
Ia merasa cara komunikasi yang dibangun oknum wartawan ini sudah mengarah kepada pemerasan karena dalam salah satu WA-nya mengatakan bahwa “semua masih bisa dibicarakan”.
“Saya pernah mendengar informasi bahwa wartawan ini sudah sering meminta-minta uang kepada beberapa pihak, terakhir kali pada tahun lalu malah pernah bermasalah dengan salah satu BUMN karena melakukan permintaan uang dalam jumlah besar,” kata Bupati Hery.
Bupati Hery juga mengatakan bahwa tidak mau membantu karena Oknum Wartawan ini juga sering meminta uang kepadanya untuk keperluan pribadinya.
“Wartawan ini juga beberapa tahun lalu pernah menggunakan fotonya bersama redaktur salah satu media online ternama untuk meminta uang kepada saya,” tutup Bupati Hery.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025), EP mengakui telah berkomunikasi dengan Bupati Manggarai, Hery Nabit.
Betul ite sebelum berita rekaman pak Gregorius Abdimun dan om Herman Ngana, pernah minta ketemu bupati Manggarai Hery Nabit?? Pertanyaan media ini.
“Oleh kae daku,,,,Nia ite ase ketemu dlu,,,,,waktu itu saya TDK bisa wa pak bupati kae,,,,saya wa kae Gusty untuk bisa wawancara dia kae daku…..” balas EP ke media ini.
“Karena saya wa centang satu waktu itu kae daku,,,,,”.
Selanjutnya, EP juga ditanyakan saat dirinya meminta uang makan siang ke Bupati Hery, dan saat itu ia mengaku bersama seorang pimpinan dari salah media lokal ternama.
“Terus ase pernah dgn salah satu pimpinan dr Floresa minta uang makan siang dgn Bupati??”
“Dan ite mengirim foto sedang dgn pimpinan dr floresa saat itu”.
EP membalas:
Oleh kae ,,,,,cala pecat aku danong le floresa Ho GTA kae,,,,,,
Nia ite ta kae ,,,,cumang ta
Upaya konfirmasi ke Floresa.co
Sementara seorang wartawan Floresa.co yang bernama Jonal, juga dikonfirmasi oleh media ini, terkait foto yang pernah dikirim EP kepada Bupati Hery.
Sy mau kofirmasi apakah benar yg di foto berikut bersama pak Engkos Pahing adalah pimpinan di Flores?
Ia membalas, Apa itu flores?? (14/11)
Selanjutnya media ini kembali menanyakan, Sy mau konfirmasi, apakah di foto itu salah satu pimpinan Floresa??
Jonal malah meminta untuk menghubungi salah satu editor di Floresa yang bernama Ano.
Apakah ibu yg bersama pak Engkos Pahing di foto itu benar pimpinan di Floresa??
Ano meminta untuk mengecek timnya di website Floresa. Ano memastikan bahwa yang di foto itu tidak ada dalam tim mereka.
“Kalau cek di sini, wajah yang di foto itu tidak ada,” balas Ano (14/11).
Untuk diketahui Engkos Pahing saat menghubungi Bupati Hery, mengaku bahwa sedang bersama seorang Editor media Floresa.
Berikut isi chat EP ke Bupati Manggarai:
Tabe gula kk, Kk cumang ite ase tong ta kk, bantu kudu jumik leso tong ta kk, ase toe manga seng ga, taman Editor media Floresa.co di Ruteng, kemaren dia datang dari Jakarta..👏
(RIKY)









