Dukung Transparansi Geothermal, Kejati dan Polda NTT Apresiasi Film Dokumenter PLN “Matahari dalam Tanah”

Foto: Ist

Kupang, Pijarflores.net – Film dokumenter “Matahari dalam Tanah” karya PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menuai apresiasi positif dari jajaran aparat penegak hukum di Nusa Tenggara Timur (NTT). Film yang digarap bersama Tribun EO dan Pos Kupang ini dinilai sebagai terobosan edukasi dalam mengurai dinamika pembangunan energi panas bumi (geothermal) di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi NTT, Raka Putra Dharmana, menyebut film ini sebagai media pembelajaran efektif bagi masyarakat, terutama bagi pihak yang masih memiliki keraguan.

“Ini cara sosialisasi yang baik untuk memberikan perspektif konstruktif. Kami berharap masyarakat bisa membuka pikiran dan ruang dialog agar informasi mengenai tujuan besar proyek ini tersampaikan dengan jelas,” ujar Raka, (4/2).

Ia juga menegaskan bahwa Kejaksaan terus mengawal proyek strategis ini melalui fungsi pengawasan Asisten Intelijen demi memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menilai pendekatan digital melalui film dokumenter adalah langkah strategis untuk menciptakan harmoni antara pelaksana Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan masyarakat.

“Film ini menjadi wadah komunikasi yang mempertemukan berbagai kepentingan. Kami berharap NTT benar-benar menjadi ‘matahari’ bagi pembangunan energi masa depan melalui komunikasi yang kolaboratif dan kondusif,” ungkap Henry (4/2).

Pemimpin Redaksi Pos Kupang, Dion D.B. Putra, menjelaskan bahwa dokumenter ini merupakan karya sineas muda lokal yang dirancang sebagai “ruang dengar”.

Film ini tidak hanya menonjolkan sisi perusahaan, tetapi juga menyerap aspirasi dan suara warga di lapangan secara komprehensif.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bukti komitmen PLN terhadap transparansi dan komunikasi partisipatif.

“Lewat ‘Matahari dalam Tanah’, kami ingin menunjukkan bahwa PLN senantiasa membuka ruang dialog dan mendengar aspirasi warga. Fokus kami adalah memastikan pembangunan energi bersih ini berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan di NTT,” tutup Rizki.

(Tim)