Alat Berat Diturunkan, Jalur Ruteng–Iteng Kembali Normal

Lokasi longsor jalur Ruteng-Iteng, telah dibersihkan (ist).

Manggarai, Pijarflores.net – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai bergerak cepat menangani material longsor yang menutup ruas jalan Ruteng–Iteng. Bencana tersebut tepatnya terjadi di sekitar Jembatan Wae Mantar II, Desa Umung, Kecamatan Satarmese, pada Selasa (19/05/2026).

Longsor dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Akibatnya, material tanah dan bebatuan sempat menutup total badan jalan dan melumpuhkan arus transportasi di jalur vital penghubung wilayah Kecamatan Satarmese tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Wilfridus Eduardus Elfrit Turuk, menyatakan bahwa tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.

Penanganan darurat difokuskan pada pembersihan jalan menggunakan alat berat agar mobilitas warga tidak terganggu lama.

“Jalur ini merupakan akses vital masyarakat sehingga penanganan harus segera dilakukan agar mobilitas warga kembali normal. Kami langsung menurunkan alat berat bersama BPBD untuk membersihkan material longsor supaya akses transportasi bisa segera dibuka kembali,” ujar Wilfridus.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas PUPR dan BPBD juga terus memetakan serta menangani sejumlah titik kerusakan infrastruktur lain akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Manggarai dalam beberapa hari terakhir.

Berkat respons cepat tim gabungan, saat ini jalur Ruteng–Iteng sudah bersih dari material longsor dan kembali normal untuk dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Camat Satarmese, Yohanes Paulus Jenahat, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi cepat yang ditunjukkan oleh seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam membuka kembali akses jalan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Dinas PUPR, BPBD, Kapolsek Iteng, Babinsa, Pemerintah Desa Umung, dan seluruh masyarakat yang bersama-sama bekerja membersihkan material longsor. Puji Tuhan, saat ini jalur Ruteng–Iteng sudah kembali normal dan bisa digunakan kembali,” ungkap Yohanes.

Meski jalur sudah dapat dilalui, pemerintah daerah tetap mengimbau para pengguna jalan untuk selalu waspada dan berhati-hati saat melintas.

Mengingat intensitas hujan yang masih tinggi, potensi longsor susulan di beberapa titik rawan sewaktu-waktu masih bisa terjadi.

Tim PF