Akses Ruteng–Iteng Putus, Longsor Tutupi Jalan di Dekat Jembatan Wae Mantar II

Manggarai, Pijarflores.net – Hujan lebat dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Manggarai menyebabkan bencana tanah longsor di ruas jalan Ruteng–Iteng. Peristiwa ini tepatnya terjadi di dekat Jembatan Wae Mantar II, Desa Umung, Kecamatan Satar Mese.
Akibat kejadian tersebut, material longsor menutup seluruh badan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara waktu sama sekali tidak dapat melintas, sehingga memutus total akses transportasi masyarakat dari dan menuju wilayah tersebut.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, tumpukan material tanah dan bebatuan yang menutupi jalan memiliki dimensi tinggi sekitar ±2 meter, panjang ±7 meter, dan lebar ±5 meter.
Camat Sata Mese, Yohanes Paulus Jenahat, menegaskan bahwa ruas jalan Ruteng–Iteng merupakan jalur vital strategis bagi masyarakat.
Jalur ini digunakan sebagai urat nadi aktivitas ekonomi, pelayanan pemerintahan, pendidikan, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Selain itu, jalur tersebut juga dipakai menuju tempat wisata Pulau Mules dan juga Wisata Kampung Adat Wae Rebo yang terkenal, baik di dalam negeri dan luar negeri.
Oleh karena itu, penanganan cepat sangat diharapkan agar pemulihan akses transportasi masyarakat bisa segera normal kembali.
Usai menerima laporan mengenai bencana tersebut, Camat Yohanes bersama staf Kecamatan Satar Mese langsung turun ke lokasi kejadian.
Selain memantau situasi fisik di lapangan, pihak kecamatan juga bergerak cepat melakukan koordinasi penanganan darurat dengan melaporkan kejadian tersebut ke Posko Bencana Kabupaten Manggarai guna percepatan proses pembersihan material longsor.
Lebih lanjut, Camat Satar Mese menjelaskan bahwa penanganan swadaya di tingkat desa telah mulai berjalan. Kepala Desa Umung bersama masyarakat setempat dan anggota Babinsa sedang bergotong-royong melakukan kerja bakti di lokasi.
“Posisi sekarang, Kades Umung beserta masyarakat dan Babinsa sedang kerja bakti membersihkan material longsor dari badan jalan,” ujar Camat Ones.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, serta meminta untuk sementara waktu menghindari lokasi tersebut demi keselamatan bersama.
Mengingat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih membayangi wilayah Kabupaten Manggarai, masyarakat diminta selalu waspada terhadap potensi bencana susulan berupa longsor maupun banjir di sejumlah titik rawan.
Tim PF







