WBP Rutan Ruteng Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Bunuh Diri, Berikut Klarifikasi Pihak Rutan
RUTENG, PIJARFLORES – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng memberikan klarifikasi resmi terkait meninggalnya seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial HM (25) pada Minggu, 14 Desember 2025. Korban ditemukan tidak bernyawa di dalam kamar huniannya sekitar pukul 06.45 WITA.
Kepala Rutan Kelas IIB Ruteng, Saiful Buchori, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat petugas regu jaga melakukan apel fisik pagi di Blok A. Saat dilakukan pemanggilan di kamar A2, korban tidak memberikan respons. Setelah dilakukan pengecekan langsung oleh komandan jaga, korban ditemukan dalam posisi gantung diri di terali ventilasi udara kamar.
“Kami segera berkoordinasi dengan Polres Manggarai untuk melakukan olah TKP oleh tim Inafis. Berdasarkan hasil visum dari RSUD Ben Mboi, korban dinyatakan murni meninggal dunia akibat bunuh diri dengan menggunakan sarung dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya,” ujar Saiful dalam rilis resminya, Selasa (16/12).
Diketahui, HM merupakan narapidana kasus KDRT dengan masa pidana 10 tahun. Berdasarkan catatan medis, korban memiliki riwayat gangguan kesehatan mental (Skizofrenia) sejak dua tahun lalu. Selama di Rutan, pihak medis telah memberikan penanganan rutin berupa kontrol kesehatan ke Puskesmas Kota Ruteng serta pemberian obat-obatan psikofarmaka secara berkala.
Pihak Rutan Ruteng telah melaporkan insiden ini kepada Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan NTT. Jenazah korban juga telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Benteng Wunis, Manggarai Timur, yang telah menerima kejadian ini sebagai musibah dengan ikhlas.
“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan deteksi dini terhadap kesehatan mental WBP dan memperkuat program bimbingan rohani di dalam Rutan,” tambah Saiful.
Pihak Rutan juga mengimbau masyarakat untuk menghormati privasi keluarga dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa ini.
(Tim)






