Cegah Penyebaran Rabies, Tim Eliminasi Bangka Nekang Musnahkan Anjing Liar Positif Rabies di Wae Palo
RUTENG, PIJARFLORES – Tim eliminasi Hewan Penular Rabies (HPR) Kelurahan Bangka Nekang, Kecamatan Langke Rembong, berhasil memusnahkan seekor anjing liar yang positif rabies di RT 21 Wae Palo, Kamis (28/11/2025).
Tindakan cepat ini dilakukan menyusul laporan adanya kontak fisik dengan beberapa anjing peliharaan warga.
Kejadian bermula sekitar pukul 10.00 Wita ketika Ketua RT 22 Wae Palo, Hieronimus M. Jehani, menerima informasi dari warganya.
Anjing peliharaan di RT 21 dilaporkan telah digigit oleh seekor anjing liar yang diduga membawa virus rabies.
“Kurang lebih pukul 10.00 Wita ada informasi dari warga saya, ada anjing liar (rabies) sudah berkontak fisik dengan anjing milik warga di RT 21,” kata Hieron.
Anjing rabies tersebut kemudian bergerak menuju wilayah perbatasan RT 22 dan melakukan kontak serupa, menggigit anjing serta seekor unggas (bebek) milik warga lainnya.
Menanggapi laporan tersebut, Ketua RT 22 segera menghubungi Lurah Bangka Nekang, Flavianus Fernando Ratu, bersama anggota Babinsa Kopka Amrullah, dan Bhabinkamtibmas Damsus S. Sunding.
Dibantu oleh warga RT 22 dan RT 21 Wae Palo, tim gabungan bersama tim eliminasi Kelurahan Bangka Nekang berhasil melumpuhkan anjing liar tersebut.
Menurut Lurah Bangka Nekang, Flavianus Fernando Ratu, HPR yang berhasil dieliminasi telah menggigit tiga ekor anjing lain yang sedang diikat oleh pemiliknya.
“Hari ini kami berhasil mengeliminasi satu ekor anjing rabies dan tiga ekor lainnya yang sudah berkontak fisik dengan anjing rabies ini,” tutur Lurah Flavianus.
Keempat kepala anjing yang telah mati tersebut kemudian diambil oleh petugas dari Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai untuk diuji laboratorium.
Pada Jumat (28/11), Lurah Bangka Nekang mengonfirmasi kepada media ini bahwa hasil uji laboratorium menyatakan anjing liar yang dimusnahkan tersebut positif rabies.

Atas kejadian ini, Lurah mengimbau seluruh warga Kelurahan Bangka Nekang yang memelihara anjing untuk melakukan observasi mandiri terhadap HPR peliharaan mereka.
“Jika terdapat gejala rabies pada HPR yang dipelihara dan diikat, agar segera dieliminasi mandiri untuk mencegah penularan lebih lanjut,” tutup Lurah Bangka Nekang.
(TIM)






