Bupati Manggarai Himbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Bencana Alam 2026

Ruteng, Pijarflores – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara resmi mengeluarkan surat himbauan Nomor: 300.2.2/16/I/2026 tertanggal 12 Januari 2026 terkait kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem.

Langkah ini diambil menyusul peringatan dini dari BMKG mengenai potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur, termasuk Kabupaten Manggarai.

Dalam himbauan tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap empat potensi bencana utama, yakni banjir akibat luapan sungai, tanah longsor di area perbukitan, angin kencang atau puting beliung, serta gelombang tinggi di wilayah pesisir.

Bupati Herybertus menekankan beberapa langkah antisipasi yang harus segera dilakukan oleh masyarakat, di antaranya:

1. Memantau informasi cuaca secara rutin melalui kanal resmi BMKG.

2. Menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran air, untuk mencegah penyumbatan.

3. Memperkuat struktur bangunan dan memangkas dahan pohon yang rawan tumbang di sekitar rumah.

4. Menghindari aktivitas di luar rumah saat cuaca buruk dan menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat (makanan, obat-obatan, dan senter).

5. Segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika muncul tanda-tanda bencana.

6. Khusus bagi masyarakat di wilayah pesisir, Bupati menginstruksikan agar tidak melaut sementara waktu dan menjauhi area pantai guna menghindari bahaya gelombang tinggi.

7. Pemerintah Kabupaten Manggarai juga telah menyiagakan jalur komunikasi darurat. Masyarakat dapat melaporkan kejadian bencana kepada Kepala Desa, Lurah, Camat, Babinsa/Babinkamtibmas, atau menghubungi nomor kontak BPBD Kabupaten Manggarai berikut: Kepala BPBD: 0812-8305-7950, Sekretaris BPBD: 0813-3930-6081, dan Kabid Kedaruratan & Logistik: 0812-2735-1354.

“Saya meminta ke Para Camat di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai untuk segera meneruskan instruksi ini kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerja masing-masing guna meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini,” mengutip isi surat himbauan Bupati Manggarai Hery Nabit.

Riky