Besok Final! Penentuan Juara Girls Football Competition 2026 Manggarai
Ruteng, Pijarflores — Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, secara resmi membuka turnamen Girls Football Competition perdana di Lapangan Sepak Bola SMAK St. Aloysius Ruteng, Sabtu (31/1/2026).
Kompetisi ini melibatkan enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) binaan Plan Indonesia, yakni SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 6 Langke Rembong, serta SMP Karya Ruteng, SMPK St. Imaculata, dan SMPK St. Fransiskus Xaverius Ruteng.
Dalam sambutannya, Bupati Hery Nabit memberikan apresiasi tinggi kepada Plan Indonesia atas konsistensinya mendampingi anak dan remaja perempuan di wilayah tersebut. Ia menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar olah fisik, melainkan instrumen penting pembentuk karakter.
“Melalui kompetisi ini, kita memberikan ruang setara bagi anak perempuan Manggarai untuk berani tampil, percaya diri, dan berprestasi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia kita,” ujar Bupati Hery.
Ia juga berpesan agar para peserta menjunjung tinggi sportivitas, karena ajang ini merupakan kampanye strategis mengenai perlindungan anak dan kesetaraan gender.
Jalannya Pertandingan Babak Penyisihan
SMPN 2 Ruteng (Spendu) vs SMPN 1 Ruteng (Spensa)
Pertandingan pembuka mempertemukan Spensa melawan Spendu. Pasukan pelatih Andri Edas dan Mutto Nilla (Spendu) perlahan menemukan ritme permainan. Pada menit ke-4, Aurel Damin (2) berhasil memecah kebuntuan setelah memanfaatkan bola muntah hasil tusukan Bella Ohon (4).
Spensa mencoba membalas melalui serangan balik Agnes Patus (24), namun tembakannya melebar. Meski Spensa terus menekan hingga tambahan waktu 3 menit, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Spendu, yang memastikan diri ke semifinal.
SMP Karya vs SMPN 6 Langke Rembong
SMPN 6 mengambil inisiatif serangan lebih dulu, namun SMP Karya bermain disiplin. SMP Karya unggul 1-0 pada menit ke-12 setelah pemain belakang SMPN 6, Keysa Araujo, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau bola.
SMP Karya memperlebar keunggulan menjadi 2-0 lewat sepakan keras Maria Nihing (9) yang menghujam pojok kiri gawang. Skor tersebut bertahan hingga laga usai, membawa SMP Karya menantang SMP Fransiskus di semifinal.
Sengit di Babak Semifinal
Semifinal 1: SMPK St. Imaculata vs SMPN 2 Ruteng
Laga ini berlangsung sangat alot. SMPN 2 tampil agresif melalui aksi Bella Ohon, sementara SMP Imakulata membalas lewat peluang emas Gracia Zena (2). Meski kedua tim saling jual beli serangan, skor kacamata 0-0 bertahan hingga babak kedua usai.
Sesuai format sistem gugur, laga dilanjutkan ke babak adu penalti. Kiper SMP Imaculata, Fransiska Nambung, tampil heroik dengan menepis tiga tendangan lawan. SMP Imaculata akhirnya menang dengan skor 4-3 dan berhak melaju ke final.
Semifinal 2: SMPK St. Fransiskus vs SMP Karya
Duel tensi tinggi terjadi di semifinal kedua. SMP Karya unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Maria Nihing (9) pada menit ke-17. Namun, SMP Fransiskus menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-25, juga melalui titik putih yang dieksekusi dengan sempurna oleh Liani Jehumat (12).
Memasuki babak kedua, SMP Fransiskus tampil lebih efektif. Pada menit ke-56, sebuah serangan balik cepat berujung umpan tarik dari I’in Saputri yang diselesaikan dengan tenang oleh Cintia Aljoman. Skor berbalik 2-1 untuk keunggulan SMP Fransiskus.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Dengan hasil ini, SMPK St. Fransiskus Xaverius akan berhadapan dengan SMPK St. Imaculata di partai puncak.
(Tim)






