Loisa Banera Dakul dari SDK Ruteng VI Raih Juara 1 Lomba Bertutur Manggarai 2026

Loisa peraih juara 1 lomba bertutur dari SDK Ruteng VI, saat menerima hadiah lomba dari Bunda Literasi Kab. Manggarai, Meldiyanti Hagur Marcelina Nabit.

Ruteng, Pijarflores.net – Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Aula Kantor Bupati Manggarai pada Sabtu, 28 Maret 2026. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manggarai sukses menggelar Lomba Bertutur Siswa SD tingkat kabupaten yang menyedot antusiasme ratusan penonton.

Sebanyak 50 siswa sekolah dasar dari berbagai pelosok Manggarai berkompetisi dalam ajang ini. Setelah melalui seleksi ketat, 25 peserta terbaik melaju ke babak final. Di atas panggung, para finalis tampil memukau, menghidupkan cerita rakyat dengan karakter dan gaya bercerita yang unik.

Penyelenggaraan yang tertata dan ramah anak membuat kompetisi ini terasa menyenangkan. Dukungan penonton yang hangat membantu anak-anak tampil lepas dan percaya diri. Bagi mereka, panggung bukan lagi tempat yang menegangkan, melainkan ruang kreatif untuk mengekspresikan diri.

Para peserta tidak sekadar menghafal teks. Mereka mampu meresapi cerita melalui ekspresi, intonasi, dan penghayatan yang mendalam. Cerita-cerita bertema budaya lokal yang dibawakan menjadi sarana bermakna dalam merawat warisan luhur Manggarai.

Juri Marselus Ungkang menekankan bahwa bertutur adalah keterampilan kompleks.

“Anak-anak tidak cukup hanya bisa membaca. Mereka perlu memahami isi cerita, lalu menyampaikannya kembali dengan cara mereka sendiri, didukung olah suara dan keberanian menguasai panggung,” jelasnya.

Senada dengan itu, Jefrin Haryanto menyoroti aspek psikologis peserta. Menurutnya, pengalaman tampil di depan publik sangat krusial untuk membangun mentalitas anak.

“Anak-anak belajar mengelola kegugupan dan percaya pada kemampuan diri. Ini adalah proses tumbuh yang sangat penting,” tambahnya.

Sementara itu, juri Reta Janu mendorong para peserta untuk berani melepas ketergantungan pada teks.

“Jika anak sudah lepas dari hafalan, cerita akan terasa lebih hidup dan jujur. Di situlah panggung benar-benar menjadi milik mereka,” tuturnya.

Bunda Literasi Manggarai, Meldyanti Hagur, turut memberikan apresiasi tinggi. Ia memandang bertutur sebagai instrumen pembentuk karakter.

“Ini bukan sekadar lomba, melainkan proses membangun generasi yang mampu berpikir kritis dan berempati melalui pemahaman cerita,” ungkap Meldyanti.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Aldi Tjangkung, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat budaya literasi sekaligus menjaga kearifan lokal.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya gemar membaca, tetapi juga bangga akan identitas dan cerita daerahnya sendiri,” tegasnya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, berikut adalah daftar pemenang Lomba Bertutur Anak SD Tingkat Kabupaten Manggarai 2026:

Juara 1: Loisa Banera Dakul (SDK Ruteng VI) Skor: 684

Juara 2: Maria Givano Nangkur (SDK Ruteng III) Skor: 682

Juara 3: Yohanes De Losta Cazerafim (SDI Purang) Skor: 681

Juara 4: Paulus Putra Miki (SLB Karya Murni) Skor: 665

Juara 5: Aurelia S. P. Heri (SDK Cewonikit) Skor: 640

Juara 6: Epifanius Neralino Daba (SDN Tadu Kembo) Skor: 638

Keberhasilan acara ini menjadi sinyal positif bagi masa depan seni pertunjukan dan literasi di Manggarai. Dari panggung ini, harapan besar untuk kelestarian budaya daerah terus bertumbuh.

Riky