Bupati Hery Nabit Pantau Kasus Diduga Keracunan MBG di Satar Mese, Instruksi Penyisiran ke Rumah Warga
RUTENG, Pijarflores.net – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, bergerak cepat menanggapi laporan dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa dan warga di wilayah pelayanan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Papang, Kecamatan Satar Mese.
Bupati Manggarai bersama Satgas MBG Kabupaten Manggarai, melakukan kunjungan langsung ke Dapur Papang dan para pasien yang dirawat di Puskesmas Ponggeok pada Jumat (13/2/2026) sore.
Dalam keterangannya, Bupati Hery menegaskan agar semua pihak tidak berspekulasi mengenai penyebab kejadian ini hingga hasil resmi keluar.
Ia memastikan bahwa Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi pada Rabu (11/2) untuk diuji di laboratorium di Kupang.
“Kami meminta tidak ada spekulasi agar tidak ada informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami sedang menunggu hasil pemeriksaan lab dari Kupang untuk menentukan penyebab pastinya,” ujar Bupati Hery kepada awak media.
Evaluasi Internal dan Eksternal
Sembari menunggu hasil uji laboratorium, Bupati telah menugaskan Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Manggarai dan pengelola Dapur Papang untuk melakukan evaluasi total terhadap proses masak, bahan baku, hingga prosedur operasional.
Secara eksternal, Dinas Kesehatan juga terus melakukan audit medis dan lapangan untuk mencari titik terang penyebab masalah ini.
Total 99 Korban: Instruksi Penyisiran ke Rumah Warga
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Kesehatan, hingga Jumat sore tercatat sebanyak 99 orang terdampak.
Rinciannya, 65 pasien menjalani rawat jalan, sementara 34 pasien menjalani rawat inap (31 orang di Puskesmas Ponggeok dan 3 orang di Puskesmas Iteng).
Guna mengantisipasi adanya warga atau siswa yang sakit namun belum melapor. Untuk kepala desa, petugas puskesmas, serta pihak kepolisian agar melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga di Desa Ulu Belang dan Desa Papang.
“Malam ini dan besok, petugas akan melakukan penyisiran dibantu RT/RW di dua desa tersebut. Tujuannya agar warga yang sakit bisa ditangani di rumah masing-masing oleh petugas medis. Jika kondisinya berat, baru dibawa ke puskesmas untuk menghindari kelebihan kapasitas,” tegasnya.
Layanan MBG di Dua Desa Dihentikan Sementara
Satgas MBG saat ini telah mengambil langkah lokalisir, untuk itu pelayanan Makan Bergizi Gratis untuk kelompok Posyandu, PAUD, SD, dan SMP di wilayah Desa Ulu Belang dan Desa Papang dihentikan sementara waktu.
Dari total 30 kelompok (sekolah/posyandu) yang dilayani Dapur Papang, diketahui ada 3 kelompok di wilayah tersebut yang terdampak.
“Untuk dua desa ini jangan dulu dilayani sampai kita menemukan faktor penyebab pastinya. Di luar wilayah itu, layanan tetap berjalan,” pungkas Bupati Hery.
(Riky)







