Kunjungi Sekolah di Cibal, Kadis PPO Wensislaus Sedan Ingatkan Guru soal Disiplin dan Literasi

RUTENG, Pijarflores – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, NTT, Wensislaus Sedan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Cibal pada Sabtu, 25 April 2026 pagi.
Adapun lembaga pendidikan yang dikunjungi meliputi SMPN 2 Cibal, SMAN 3 Cibal, SDK Ri’i, SDI Perak, dan SDI Cumpe. Kehadiran Kadis PPO ini disambut hangat oleh jajaran guru serta para siswa.
Wensislaus menjelaskan bahwa kunjungan ini bukan bertujuan mencari kelemahan guru, melainkan wujud nyata implementasi program Saberkol (Membersamai dan Merefleksi Bersama Sekolah).
Melalui program ini, ia memantau langsung proses belajar-mengajar guna memastikan lingkungan pendidikan tetap aman, disiplin, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Di hadapan para guru, Wensislaus menyampaikan bahwa esensi Saberkol adalah mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
Ia menekankan pentingnya peran sekolah dalam memberikan rasa nyaman dan pelayanan terbaik bagi anak-anak yang telah dititipkan masyarakat.
“Program Saberkol lebih kepada ajang berbagi dan bertukar pikiran tentang cara mengelola pembelajaran yang baik, terutama mengubah cara pandang guru terhadap tanggung jawab mereka kepada siswa,” ujarnya.
Salah satu poin utama yang ditekanan adalah penuntasan literasi. Wensislaus menginstruksikan para guru untuk memastikan kemampuan baca-tulis siswa, terutama di tingkat dasar.
“Saya instruksikan agar tuntaskan literasi dasar anak. Pastikan siswa kelas satu sudah bisa membaca, mulai dari mengenal huruf hingga mengeja,” tegas Kadis Wens.
Selain aspek akademik, ia mengingatkan para guru untuk menjaga soliditas, kekompakan, serta membangun interaksi sosial yang baik dengan masyarakat.
Terkait kendala administratif atau hak-hak guru, ia meminta agar dikomunikasikan secara berjenjang melalui Kepala Sekolah atau Dinas terkait.
Wensislaus juga menegaskan komitmennya untuk menghapus segala bentuk kekerasan dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Hal ini mencakup kekerasan seksual maupun konflik antar-siswa, antar-guru, hingga hubungan kepala sekolah dengan staf.
“Kunjungan ini bertujuan memberikan arahan sekaligus perintah melalui refleksi bersama, agar seluruh anak terlayani dengan baik. Guru harus masuk tepat waktu dan menerapkan disiplin ketat, baik bagi ASN maupun tenaga honorer,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wensislaus memastikan bahwa seluruh tenaga pendidik dan kependidikan wajib menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing sesuai norma yang berlaku.
Riky







