Sidang Paripurna DPRD Manggarai: Menakar Capaian WTP 6 Kali Beruntun dan Strategi Ekonomi 2027

RUTENG, Pijarflores.net – Ketua DPRD Kabupaten Manggarai, Paulus Peos, resmi membuka Masa Sidang II Tahun Sidang 2024–2026 melalui Rapat Paripurna di Ruang Sidang DPRD, Jumat (10/3/2026). Pembukaan ini menandai dimulainya pembahasan sejumlah agenda krusial bagi keberlanjutan pembangunan di Bumi Congka Sae.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Manggarai Herybertus G.L. Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, unsur Forkopimda, Penjabat Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh masyarakat.
Dalam pidatonya, Paulus Peos menekankan bahwa Masa Sidang II memiliki bobot strategis, khususnya dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Fokus utama sidang kali ini mencakup pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah TA 2025, pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2025, hingga penyusunan KUA-PPAS Tahun 2027.
“Agenda ini sangat penting untuk memastikan arah kebijakan pembangunan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Paulus.
Salah satu poin menonjol yang disampaikan adalah dorongan untuk memperkuat sektor industri sebagai pilar ekonomi baru, tanpa meninggalkan sektor pertanian sebagai basis utama.
Pengembangan industri pengolahan diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi produk lokal dan membuka lapangan kerja lebih luas.
Ketua DPRD juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai atas keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama enam tahun berturut-turut. Prestasi ini dinilai sebagai bukti komitmen kuat dalam tata kelola keuangan yang bersih.
Menyongsong tahun 2027, Paulus menyoroti tema “Peningkatan Daya Saing Daerah Berbasis Sektor Unggulan”. Menurutnya, strategi ini harus dijawab dengan perencanaan yang adaptif terhadap dinamika global dan kebijakan fiskal nasional yang terus berubah.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi. Semangat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif adalah kunci untuk mempercepat pembangunan Manggarai yang maju dan berdaya saing,” tutupnya.
Tim







