Gunakan Mekanisasi Pertanian, Pemkab Manggarai Pangkas Biaya Panen hingga 70 Persen

Foto: Ist

Ruteng, Pijarflores.net – Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Operator dan Panen Simbolis menggunakan mesin modern Combine Harvester.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Nio, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok ini menandai babak baru modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Manggarai guna meningkatkan efisiensi kerja dan kesejahteraan petani lokal, (7/5/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Ferdinandus Ampur, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa penerapan teknologi Combine Harvester merupakan langkah strategis untuk mengatasi tingginya biaya produksi.

Berdasarkan kajian teknis di wilayah Reok Barat, biaya panen manual tradisional untuk satu hektar sawah dapat mencapai Rp15 juta serta membutuhkan minimal 20 tenaga kerja selama beberapa hari.

“Melalui penggunaan Combine Harvester, biaya operasional panen dapat ditekan secara drastis menjadi Rp3,5 juta per hektar. Ini merupakan penghematan luar biasa yang mencapai 70 persen dari komponen biaya panen saja,” ujar Ferdinandus dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa efisiensi biaya ini secara otomatis akan meningkatkan pendapatan bersih petani, meskipun volume hasil panen tetap ataupun meningkat.

Selain agenda panen simbolis, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelatihan operator Combine Harvester bagi masyarakat setempat. Alat mesin pertanian (alsintan) tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia tahun anggaran 2025.

Ferdinandus menegaskan bahwa pihak penyedia alat wajib memberikan pelatihan teknis sesuai instruksi kementerian. Hal ini bertujuan agar aset tersebut dapat dioperasikan dan dirawat secara mandiri oleh tenaga kerja lokal asal Kecamatan Reok.

“Pihak penyedia alat diwajibkan oleh Kementerian Pertanian untuk memberikan pelatihan hingga masyarakat lokal benar-benar mampu mengoperasikannya. Saat ini, tim teknisi dari perusahaan penyedia sudah hadir di lapangan untuk membimbing para petani,” tegasnya.

Acara ini dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Lamber Paput, para pimpinan perangkat daerah, unsur Forkopimcam Kecamatan Reok, tim teknisi penyedia alsintan, serta perwakilan kelompok tani setempat.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai berkomitmen untuk terus mendorong kawasan-kawasan pertanian potensial agar segera beralih ke sistem mekanisasi.

Langkah nyata tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan ekonomi di sektor agraria secara berkelanjutan.

Tim PF