PLN UIP Nusra Tegaskan Komitmen ESG Lewat Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Ist

Mataram, Pijarflores.net – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dalam setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan standar pengelolaan lingkungan berkelanjutan, program penghijauan, hingga berbagai langkah mitigasi risiko ekologis di wilayah proyek.

Assistant Manager Lingkungan PT PLN (Persero) UIP Nusra, Nasrulloh, menjelaskan bahwa seluruh proyek ketenagalistrikan yang dijalankan PLN selalu mengacu pada peraturan perundang-undangan. Selain itu, operasionalnya mematuhi dokumen persetujuan lingkungan yang telah disahkan oleh kementerian maupun dinas lingkungan hidup setempat.

“Penerapan standar lingkungan meliputi pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan air limbah, pengendalian gangguan lingkungan, hingga penghematan penggunaan air dan energi,” jelas pria yang akrab disapa Anas tersebut.

Pemantauan Berkala dan Proteksi Vegetasi

Selain itu, PLN juga secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan guna memastikan seluruh aktivitas pembangunan tetap berada dalam baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.

“Pemantauan ini penting agar setiap proyek tetap mendukung kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, termasuk perlindungan vegetasi di sekitar wilayah pembangunan,” tambahnya.

Tak hanya berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan proyek, PT PLN (Persero) UIP Nusra juga aktif menjalankan program penghijauan yang melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan ekosistem.

Realisasi Program Penghijauan Berbasis Masyarakat

Dalam pelaksanaannya, PLN UIP Nusra telah menginisiasi sejumlah program penghijauan secara bertahap:

Awal 2025: Menanam 33 ribu pohon jambu mete bersama masyarakat dan pihak kehutanan di Desa Noin Bila, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dengan cakupan area mencapai 50 hektare.

Sektor Perkebunan: Menanam 4.800 bibit kopi di Desa Lungar, Kabupaten Manggarai, guna mendukung potensi komoditas kopi di Pulau Flores sekaligus memperkuat ekonomi warga setempat.

Awal 2026: Menanam 24 ribu bibit pohon di Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, meliputi jenis mahoni, cendana, flamboyan, alpukat, mangga, dan sukun.

Mitigasi Sejak Awal Perencanaan

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan bahwa aspek lingkungan menjadi perhatian utama PLN sejak tahap awal perencanaan proyek hingga memasuki masa operasional.

“Setiap proyek yang kami jalankan selalu melalui proses identifikasi dan pemetaan potensi dampak lingkungan melalui AMDAL. PLN berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem,” ujar Rizki.

Ia menambahkan, berbagai langkah mitigasi terus dilakukan PLN, mulai dari pengendalian pencemaran, pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, hingga perlindungan flora dan fauna di sekitar wilayah proyek.

“Program penghijauan yang kami lakukan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Pembangunan ketenagalistrikan harus tumbuh berdampingan dengan pelestarian lingkungan,” tutup Rizki.

Tim PF