Perkuat Literasi Informasi, Medyanti Ajak Guru Sinergikan Sekolah dan Keluarga

MANGGARAI, Pijarflores.net – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Manggarai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi para guru SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Langke Rembong dan Wae Ri’i pada Selasa (19/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Literasi Menjadi Garda Terdepan Informasi yang Akurat dan Inspiratif” ini berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai.
Wakil Bupati Manggarai, Fabi Abu, hadir untuk membuka kegiatan ini. Hadir juga Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Manggarai, Aldi Djangkung, dan Kadis PPO, Wens Sedan.
Acara ini menghadirkan tiga pemateri utama, yaitu akademisi Marcelinus Ungkang dan Pemimpin Redaksi Website Literasi, Robertus Bellarminus Nagut, dan Bunda Literasi Kabupaten Manggarai sekaligus Penggagas Literasi Keluarga, Meldyanti Hagur Marcelina Nabit.
Dalam arahannya, Meldyanti memberikan apresiasi kepada kedua pemateri yang telah memaparkan materi dari sudut pandang jurnalis dan akademisi. Ia menegaskan bahwa peran tim pemberdayaan adalah membawa konsep literasi tersebut ke dalam kehidupan nyata.
“Literasi hari ini yang kita bahas adalah soal kemampuan. Kalau dulu kita membebankannya kepada guru karena mereka memiliki lebih banyak waktu dengan anak-anak, kini konsep tersebut sudah berkembang. Guru adalah sosok yang dicontoh dan ditiru,” ujar Meldyanti.
Ia menambahkan bahwa makna literasi saat ini telah bergeser. Jika dulu literasi hanya sebatas membaca dan menulis, sekarang literasi lebih fokus pada kemampuan mencari, mengolah, dan menganalisis data. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Meldyanti mengingatkan pentingnya menempatkan manusia sebagai prioritas utama.
“Ada sebagian besar orang yang mengandalkan teknologi dan ada juga yang mengandalkan manusia. Saya percaya bahwa manusia sebagai pencipta teknologi harus lebih dikedepankan. Ketika kita mengembangkan literasi dengan baik, kemajuan teknologi akan membantu kehidupan kita dengan baik pula,” lanjutnya.
Lebih dalam, Meldyanti menjelaskan bahwa pondasi literasi anak yang kuat di sekolah sangat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan sebelumnya, bahkan sejak anak masih dalam kandungan.
Oleh karena itu, ia mengimbau agar Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dijaga dengan baik karena dapat menjadi panduan bagi guru untuk memahami perkembangan anak.
Rumah dan keluarga juga disebut sebagai tempat awal belajar yang penuh kasih sayang. Anak-anak yang terbiasa berdiskusi dengan baik di rumah dinilai akan lebih mudah beradaptasi di lingkungan sekolah.
Selain lingkungan rumah, pengembangan literasi anak juga didukung oleh ketersediaan ruang publik dan aktivitas keagamaan.
“Salah satu bagian pengembangan literasi yang baik saat ini adalah taman. Makanya kami membuat Natas Labar di tengah Kota Ruteng agar ada tempat bercanda dan bermain bagi segala usia ” sebutnya.
“Kegiatan Sekolah Minggu juga sangat baik karena anak-anak bisa bermain, belajar, dan menyatu dengan teman-teman dari berbagai sekolah melalui kegiatan gereja,” tutup Meldyanti.
Riky







