Jalur Trekking Tertutup Longsor, Dinas Pariwisata Manggarai Tutup Sementara Akses Wae Rebo

Jalur trekking menuju desa Wisata Wae Rebo, setelah longsor (14/5) malam (ist).

Ruteng, Pijarflores.net – Aktivitas wisata menuju Kampung Adat Wae Rebo resmi dihentikan sementara waktu. Keputusan ini diambil menyusul cuaca buruk dan hujan berintensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai selama sepekan terakhir.

Tingginya curah hujan di kawasan pegunungan memicu tanah longsor yang menutup total jalur trekking menuju destinasi wisata budaya tersebut. Material berupa tanah dan bebatuan membuat akses jalan sama sekali tidak dapat dilewati oleh wisatawan.

Manajemen pengelola Wae Rebo telah meneruskan informasi penutupan ini kepada pemerintah daerah dan seluruh pelaku industri pariwisata setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai, Aloysius Jebarut, menegaskan bahwa kebijakan penutupan sementara ini demi menjamin keselamatan para wisatawan serta masyarakat lokal.

“Kami mengimbau wisatawan untuk menunda rencana perjalanan ke Wae Rebo. Jalur trekking saat ini mengalami longsor berat dan sangat berbahaya untuk dilewati,” ujar Aloysius, Jumat (15/5).

Ia menambahkan, cuaca ekstrem membuat medan pendakian menjadi sangat licin dan rawan longsor susulan. Beberapa titik jalur bahkan dilaporkan tertutup material pohon tumbang.

Saat ini, Pemerintah Daerah bersama pengelola dan warga setempat terus memantau perkembangan cuaca di lapangan. Proses pembersihan jalur akan segera dilakukan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman dan stabil.

Wisatawan diminta aktif memperbarui informasi dan menunda kunjungan hingga adanya pengumuman resmi terkait pembukaan kembali jalur Wae Rebo.

Informasi dari warga setempat, kejadian longsor terjadi pada malam hari (14/5), yang menyebabkan terjadi longsor menuju pos 7.

Tim PF