Bupati Manggarai Pastikan Dukungan Penuh untuk Silentium Magnum 2026

Ruteng, Pijarflores.net – Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam menyukseskan pelaksanaan “Jumat Agung Hening” (Silentium Magnum) tahun 2026. Penegasan ini disampaikan dalam rapat pemantapan bersama Keuskupan Ruteng, tokoh agama, dan aparat keamanan di Aula Benedic Hall Cewonikit (BHC), Paroki St. Vitalis Cewonikit, Senin (30/3/2026).
Dalam rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, PDAM, dan FKUB Manggarai tersebut, Bupati Hery menekankan pentingnya kehadiran nyata pemerintah untuk memperkuat tradisi keheningan di wilayahnya.
“Sudah saatnya pemerintah ikut serta secara aktif memperkuat pelaksanaan tradisi ini. Keterlibatan ini bertujuan agar kebijakan pemerintah selaras dengan kebutuhan umat di lapangan, terutama dalam mengatur hal-hal yang menjadi kewenangan daerah namun belum berjalan optimal selama ini,” tegas Bupati Hery.
Ia menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah penguatan spiritual internal masyarakat Manggarai. Menurutnya, tujuan utama Silentium Magnum adalah membangun kesadaran kolektif bahwa hari tersebut merupakan momen sakral yang membutuhkan keheningan total.
Dirinya menginginkan adanya tindakan konkret, bukan sekadar imbauan formal di atas kertas. “Kita sangat terbuka mendengarkan masukan terkait apa yang harus diperkuat dari sisi pemerintah. Jadi, tidak hanya sebatas imbauan, tapi ada gerakan nyata di lapangan,” tambahnya.
Meski bukan aturan negara yang bersifat memaksa, ia meyakini nilai-nilai keagamaan memiliki pengaruh besar bagi masyarakat Manggarai. Terkait hal teknis, Bupati mengusulkan pengaturan jam operasional SPBU dan swalayan agar dapat melayani masyarakat hingga tengah malam menjelang Jumat, sehingga penutupan total pada hari H benar-benar efektif.
Selain itu, untuk menyambut baik rencana pemusatan kegiatan Jalan Salib di satu lokasi untuk menjaga konsentrasi umat. “Tahun ini kita bisa fokus di Natas Labar. Ini menjawab kerinduan banyak orang agar prosesi Jalan Salib terpusat di satu tempat saja,” katanya.
Bupati Hery juga mengapresiasi kedewasaan umat dalam merayakan Jumat Suci yang dinilai semakin tertib dari tahun ke tahun. Ia memastikan seluruh jajaran pemerintah daerah akan memberikan dukungan tanpa ragu demi kelancaran agenda tersebut.
“Kalau tahun lalu kita hanya tanda tangan imbauan tanpa duduk bersama, kali ini kita laksanakan rapat pemantapan agar persiapan jauh lebih matang dan solid,” tutupnya.
Riky







