Gubernur Melki Laka Lena Luncurkan NTT Mart di SMAN 2 Langke Rembong untuk Perkuat UMKM Lokal

Ruteng, Pijarflores.net – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama para bupati dan jajaran pemerintah kabupaten/kota terus menggaungkan pentingnya penguatan produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa dan kelurahan se-Nusa Tenggara Timur.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melkiades Laka Lena saat berkunjung di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Selasa, 27/01/2026.

Menurutnya, langkah ini diambil sebagai upaya memuliakan karya dan produksi masyarakat lokal NTT agar mampu menjadi kebanggaan daerah sekaligus penggerak utama ekonomi rakyat.

Kehadiran pemerintah provinsi hingga kabupaten di tengah pelaku UMKM menegaskan komitmen bersama untuk mendorong setiap desa dan kelurahan memiliki produk unggulan berbasis potensi lokal.

Program ini dijalankan melalui kolaborasi pengusaha UMKM dengan pemerintah desa dan kelurahan se-NTT, sejalan dengan semangat one policy, one product.

“Setiap desa di NTT harus memiliki produksi yang jelas dan bernilai ekonomi. Inilah bentuk keberpihakan kita terhadap pengusaha UMKM lokal dan kerja keras masyarakat desa,” ujarnya.

Meliki Laka Lena menilai, penguatan UMKM desa bukan hanya soal peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga tentang membangun rasa bangga terhadap produk buatan orang NTT sendiri.

Produk lokal yang dikelola secara berkelanjutan diyakini mampu menjadi identitas desa sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Selain mendorong peran pemerintah dan pelaku usaha, gerakan ini juga mengajak keterlibatan aktif komunitas masyarakat melalui konsep satu komunitas, satu produk unggulan. Konsep ini menempatkan komunitas sebagai motor penggerak ekonomi berbasis kebersamaan dan solidaritas sosial.

“Salah satu contoh konkret datang dari Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) yang telah mengembangkan pusat pemasaran produk komunitas melalui balai GMIT dengan nama GGMart. Kehadiran GGMart menjadi wadah bagi produk-produk UMKM jemaat dan komunitas untuk dipasarkan secara lebih luas,” ungkapnya.

Melkiades Laka Lena juga berharaplangkah GMIT ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya, baik komunitas gereja Katolik, komunitas Muslim, maupun komunitas hobi seperti sepeda, pendaki gunung, dan komunitas sosial lainnya, untuk turut menciptakan dan mengembangkan produk unggulan masing-masing.

Dengan kolaborasi lintas sektor pemerintah, pengusaha UMKM, dan komunitas Pemprov NTT optimistis penguatan produksi UMKM desa dan kelurahan akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Gerakan ini juga sejalan dengan upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat semangat Bangga Buatan NTT di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

(Tim)